HUBUNGAN
SEMANTIK DENGAN ILMU LAIN
Ilmu Linguistik
Linguistik merupakan ilmu yang mempelajari atau mengkaji tentang bahasa
atau ilmu yang mengambil bahasa sebagai objek kajiannya.
1.
Fonologi
Merupakan cabang ilmu bahasa atau linguistik yang mengkaji tentang
pengucapan atau pelafalan bunyi-bunyi bahasa yang dihasilkan oleh manusia.
Contoh:
alat [?alats]
baru [bharu]
2. Morfologi
Merupakan cabang ilmu bahasa yang mempelajari tentang bentuk-bentuk kata.
Contoh:
meN-
+
bawa
= membawa
meN-
+
beli
= membeli
3. Sintaksis
Merupakan ilmu bahasa yang mempelajari tentang struktur sebuah kalimat.
Contoh:
Jenifer Lopez akan menggelar konser perdananya di
Indonesia.
S
P
O
K
4. Semantik
Merupakan cabang ilmu linguistik yang mempelajari tentang makna kata.
Contoh:
Benda yang biasa digunakan untuk menulis dan terbuat dari arang dan kayu
disebut dalam bahasa Indonesia dengan nama <pensil>, dan bukan
<sinpel>, atau nama lainnya.
5. Pragmatik
Merupakan cabang ilmu bahasa yang mempelajari tentang maksud yang
terkandung atau maksud yang ingin disampaikan dalam sebuah catatatan, kalimat,
dan bisa juga wacana.
6. Wacana
Merupakan kumpulan gramatik terbesar atau tertinggi yang dilengkapi oleh
sebuah ide pokok serta beberapa gagasan penunjang yang berkesinambungan
terhadap sebuah karangan yang merupakan bagian dari linguistik.
HUBUNGAN SEMANTIK DENGAN ILMU LAIN
Hari senin kemarin saya belajar
semantik, dimana materi semantik kemarin membahas tentang hubangan semantik
dengan ilmu lain. Baiklah hari ini saya akan mengulang kembali pelajaran hari
senin kemarin.
Hubungan
semantik dengan ilmu lain
1.
Hubungan semantik dengan fonologi
Fonologi membahas tentang bunyi.
Jadi hubungan semantik dengan fonologi yaitu dimana membahas tentang perbedaan
bentuk maka berbeda pula maknanya.
2.
Hubungan semantik dengan morfologi
Morfologi yaitu cabang ilmu bahasa
yang membahas tentang kata.Contohnya: 1. Exis Eksis, 2.
EXSIS EKSIS. Dari contoh no 2 secara bahasa itu salah,
tetapi secara sastranya itu benar. Perbedaan bahasa dengan sastra yaitu, bahasa
berdasarkan proses sedangkan sastra berdasarkan historis atau sejarah. Jadi,
hubungan semantik dengan morfologi yaitu dimana kata tersebut mempunyai makna
tersendiri.
3.
Hubungan semantik dengan sintaksis
Sintaksis yaitu ilmu bahasa yang membahas
tentang susunan kata dan kalimat. Contohnya:
1. Anjing makan
tulang
2. Tulang makan
Anjing
Berdasarkan contoh diatas secara
sintaksis benar, tetapi secara semantik memiliki makna yang berbeda.
Jadi hubungan semantik dengan
sintaksis yaitu, apabila susunan kata dan kalimatnya berbeda maka maknanyapun
juga berbeda.
4. Hubungan semantik dengan
pragmatik
Pragmatik yaitu kata yang tidak
sebenarnya tetapi mengandung arti. Pragmatik lebih menuju ke ujaran
seseorang. Prinsip pragmatik yaitu bahasa tidak ada yang salah, tetapi kita mencari kesalahan yang berbahasa atau pengguna bahasa tersebut. Tujuan pragmatik adalah supaya lawan bicara kita tidak tersinggung dengan ucapan sang penutur.
seseorang. Prinsip pragmatik yaitu bahasa tidak ada yang salah, tetapi kita mencari kesalahan yang berbahasa atau pengguna bahasa tersebut. Tujuan pragmatik adalah supaya lawan bicara kita tidak tersinggung dengan ucapan sang penutur.
5. Hubungan semantik dengan
sosiolinguistik
Hubungannya
adalah bahasa yang dipengaruhi berdasarkan lingkungan sekitarnya.
6. Hubungan semantik dengan
Psikolinguistik
Hubungannya adalah fisik seseorang
mempengaruhi bahasa, jadi apa bila seseorang tersebut fisik atau kejiwaan
seorang penutur tidak baik, maka bahasanya pun tidak baik sehingga apa yang
akan diucapkan pun tidak tersampaikan maknanya.
7. Hubungan semantik dengan
retorika
Hubungannya
yaitu berbicara dan tidak berbicara termasuk berbahasa
8. Hubungan semantik dengan
wacana
Hubungannya
yaitu apabila di dalam teks wacana ada satu teks yang hilang maka makna teks
tersebut
maknanya
akan berbeda.
9. Hubungan semantik dengan
stilistika
Secara konsep
stilistika seperti bola, dari awal kembali ke awal. Maksudnya yaitu tidak boleh
membenarkan dan tidak boleh menyalahkan. Kita harus mengkajinya terlebih dahulu
secara sastra yang berdasarkan pandangan linguistik supaya tidak terjadi
penyimpangan makna.
Makna stilistik juga berhubungan dengan pemakaian bahasa yang menimbulkan efek terutama kepada pembaca. Makna stilistik lebih dirasakan di dalam sebuah karya sastra. Sebuah karya sastra akan mendapat tempat tersendiri bagi kita karena kata yang digunakan mengandung makna stalistika. Makna stalistika lebih banyak ditampilkan melalui gaya bahasa.
Berdasarkan penjelasan di atas, saya dapat mengambil kesimpulan bahwa hubungan semantik dengan ilmu lainnya itu berkaitan dengan makna yang ingin disampaikan kepada seorang pengguna bahasa.
Makna stilistik juga berhubungan dengan pemakaian bahasa yang menimbulkan efek terutama kepada pembaca. Makna stilistik lebih dirasakan di dalam sebuah karya sastra. Sebuah karya sastra akan mendapat tempat tersendiri bagi kita karena kata yang digunakan mengandung makna stalistika. Makna stalistika lebih banyak ditampilkan melalui gaya bahasa.
Berdasarkan penjelasan di atas, saya dapat mengambil kesimpulan bahwa hubungan semantik dengan ilmu lainnya itu berkaitan dengan makna yang ingin disampaikan kepada seorang pengguna bahasa.
Demikianlah pelajaran yang saya
dapatkan di hari senin kemarin. Saya akan melanjutkan ceritanya kembali setelah
saya mendapatkan materi dan ilmu pengetahuan yang akan diajarkan dosen saya
lagi.
http://ferimirtaliasari-uir-pbi.blogspot.com/2012/02/hubungan-semantik-dengan-ilmu-lain.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar