Selasa, 04 Maret 2014

HUBUNGAN SEMANTIK DENGAN ILMU LAIN ,DISIPLIN ILMU BAHASA

HUBUNGAN SEMANTIK DENGAN ILMU LAIN

Ilmu Linguistik
Linguistik merupakan ilmu yang mempelajari atau mengkaji tentang bahasa atau ilmu yang mengambil bahasa sebagai objek kajiannya.

1. 
     Fonologi
Merupakan cabang ilmu bahasa atau linguistik yang mengkaji tentang pengucapan atau pelafalan bunyi-bunyi bahasa yang dihasilkan oleh manusia.
Contoh:
alat      [?alats]
baru     [bharu]

2.      Morfologi
Merupakan cabang ilmu bahasa yang mempelajari tentang bentuk-bentuk kata.
Contoh:
meN-               +          bawa                =          membawa
meN-               +          beli                  =          membeli

3.      Sintaksis
Merupakan ilmu bahasa yang mempelajari tentang struktur sebuah kalimat.
Contoh:
Jenifer Lopez akan menggelar konser perdananya di Indonesia.
          S                                P                          O                     K

4.      Semantik
Merupakan cabang ilmu linguistik yang mempelajari tentang makna kata.
Contoh:
Benda yang biasa digunakan untuk menulis dan terbuat dari arang dan kayu disebut dalam bahasa Indonesia dengan nama <pensil>, dan bukan <sinpel>, atau nama lainnya.
           
5.      Pragmatik
Merupakan cabang ilmu bahasa yang mempelajari tentang maksud yang terkandung atau maksud yang ingin disampaikan dalam sebuah catatatan, kalimat, dan bisa juga wacana.

6.      Wacana
Merupakan kumpulan gramatik terbesar atau tertinggi yang dilengkapi oleh sebuah ide pokok serta beberapa gagasan penunjang yang berkesinambungan terhadap sebuah karangan yang merupakan bagian dari linguistik.




HUBUNGAN SEMANTIK DENGAN ILMU LAIN
Hari senin kemarin saya belajar semantik, dimana materi semantik kemarin membahas tentang hubangan semantik dengan ilmu lain. Baiklah hari ini saya akan mengulang kembali pelajaran hari senin kemarin.

Hubungan semantik dengan ilmu lain

1.      Hubungan semantik dengan fonologi
Fonologi membahas tentang bunyi. Jadi hubungan semantik dengan fonologi yaitu dimana membahas tentang perbedaan bentuk maka berbeda pula maknanya.

2.      Hubungan semantik dengan morfologi
Morfologi yaitu cabang ilmu bahasa yang membahas tentang kata.Contohnya: 1. Exis Eksis, 2. EXSIS     EKSIS. Dari contoh no 2 secara bahasa itu salah, tetapi secara sastranya itu benar. Perbedaan bahasa dengan sastra yaitu, bahasa berdasarkan proses sedangkan sastra berdasarkan historis atau sejarah. Jadi, hubungan semantik dengan morfologi yaitu dimana kata tersebut mempunyai makna tersendiri.

3.      Hubungan semantik dengan sintaksis
Sintaksis yaitu ilmu bahasa yang membahas tentang susunan kata dan kalimat. Contohnya:
    1. Anjing makan tulang
    2. Tulang makan Anjing
Berdasarkan contoh diatas secara sintaksis benar, tetapi secara semantik memiliki makna yang berbeda.
Jadi hubungan semantik dengan sintaksis yaitu, apabila susunan kata dan kalimatnya berbeda maka maknanyapun juga berbeda.

4.  Hubungan semantik dengan pragmatik
Pragmatik yaitu kata yang tidak sebenarnya tetapi mengandung arti. Pragmatik lebih menuju ke ujaran
seseorang. Prinsip pragmatik yaitu bahasa tidak ada yang salah, tetapi kita mencari kesalahan yang berbahasa atau pengguna bahasa tersebut. Tujuan pragmatik adalah supaya lawan bicara kita tidak tersinggung dengan ucapan sang penutur.

5.  Hubungan semantik dengan sosiolinguistik
     Hubungannya adalah bahasa yang dipengaruhi berdasarkan lingkungan sekitarnya.

6.  Hubungan semantik dengan Psikolinguistik
Hubungannya adalah fisik seseorang mempengaruhi bahasa, jadi apa bila seseorang tersebut fisik atau kejiwaan seorang penutur tidak baik, maka bahasanya pun tidak baik sehingga apa yang akan diucapkan pun tidak tersampaikan maknanya.

7.  Hubungan semantik dengan retorika
     Hubungannya yaitu berbicara dan tidak berbicara termasuk berbahasa

8.  Hubungan semantik dengan wacana
     Hubungannya yaitu apabila di dalam teks wacana ada satu teks yang hilang maka makna teks tersebut
     maknanya akan berbeda.

9.  Hubungan semantik dengan stilistika
   Secara konsep stilistika seperti bola, dari awal kembali ke awal. Maksudnya yaitu tidak boleh membenarkan dan tidak boleh menyalahkan. Kita harus mengkajinya terlebih dahulu secara sastra yang berdasarkan pandangan linguistik supaya tidak terjadi penyimpangan makna.
    Makna stilistik juga berhubungan dengan pemakaian bahasa yang menimbulkan efek terutama kepada pembaca. Makna stilistik lebih dirasakan di dalam sebuah karya sastra. Sebuah karya sastra akan mendapat tempat tersendiri bagi kita karena kata yang digunakan mengandung makna stalistika. Makna stalistika lebih banyak ditampilkan melalui gaya bahasa.

Berdasarkan penjelasan di atas, saya dapat mengambil kesimpulan bahwa hubungan semantik dengan ilmu lainnya itu berkaitan dengan makna yang ingin disampaikan kepada seorang pengguna bahasa.

Demikianlah pelajaran yang saya dapatkan di hari senin kemarin. Saya akan melanjutkan ceritanya kembali setelah saya mendapatkan materi dan ilmu pengetahuan yang akan diajarkan dosen saya lagi.

http://ferimirtaliasari-uir-pbi.blogspot.com/2012/02/hubungan-semantik-dengan-ilmu-lain.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar