Tampilkan postingan dengan label bahasa /bahan kuliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bahasa /bahan kuliah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Januari 2015

soal sastra anak kelas vii sore



SOAL  UTS  BAHASA INDONESIA
FAKULTAS PENDIDIKAN  BAHASA SASTRA INDONESIA
SASTRA ANAK
Semester  VII SORE
Open book

Selasa, 04 Maret 2014

HUBUNGAN SEMANTIK DENGAN ILMU LAIN ,DISIPLIN ILMU BAHASA

HUBUNGAN SEMANTIK DENGAN ILMU LAIN

Ilmu Linguistik
Linguistik merupakan ilmu yang mempelajari atau mengkaji tentang bahasa atau ilmu yang mengambil bahasa sebagai objek kajiannya.

1. 

ASPEK-ASPEK SEMANTIK DAN ASPEK-ASPEK MAKNA


ASPEK-ASPEK SEMANTIK DAN ASPEK-ASPEK MAKNA
1. PENGERTIAN MAKNA
Makna adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari semantik selalu saja melekat dari apa saja yang kita tuturkan. ada pendapat para ahli yaitu Mansoer Pateda mengemukakan istilah makna merupakan kata-kata yang membinggungkan. makna tersebut selalu menyatu pada tuturan kata maupun kalimat. menurut ulman bahwa makna adalah hubungan antara makan dengan pengertian

MATERI KULIAH SASTRA PSIKOLINGUISTIK



MATERI KULIAH SASTRA PSIKOLINGUISTIK
OLEH
ABDULLOH FAIZIN MPd.

1.Pengertian Psikolinguistik 

Secara etimologi kata psikolinguistik terbentuk dari kata psikologi dan kata linguistik yakni dua bidang ilmu yang berbeda, yang masing- masing berdiri sendiri dengan prosedur dan metode yang berlainan. Namun keduanya sama- sama meneliti bahasa sebagai obyek formalnya. Hanya obyek materinya yang berbeda, linguistik mengkaji struktur bahasa sedangkan psikologi mengkaji prilaku berbahasa atau proses berbahasa.


1. Pengertian Kesalahan Berbahasa



1.      Pengertian Kesalahan Berbahasa
Dalam bukunya yang berjudul “Common Error in Language Learning” H.V. George mengemukakan bahwa kesalahan berbahasa adalah pemakaian bentuk-bentuk tuturan yang tidak diinginkan (unwanted form) khususnya suatu bentuk tuturan yang tidak diinginkan oleh penyusun program dan guru pengajaran bahasa. Bentuk-bentuk tuturan yang tidak diinginkan adalah bentuk-bentuk tuturan yang menyimpang dari kaidah bahasa baku. Hal ini sesuai dengan pendapat Albert Valdman yang mengatakan bahwa yang pertama-tama harus dipikirkan sebelum mengadakan pembahasan tentang berbagai pendekatan dan analisis kesalahan berbahasa adalah menetapkan standar penyimpangan atau kesalahan. Sebagian besar guru bahasa Indonesia menggunakan kriteria ragam bahasa baku sebagai standar penyimpangan.